Setan Jawa dalam ’Bahasa’ Garin Bag8

Baginya, sontekan ini sangat penting karena dia harus berekspresi menghidupkan tokoh Asih dengan lengkingan kemarahan dan kesedihan serta desahannya. Garin menuturkan, sampai bulan terakhir, mereka berlatih dengan visual dan partitur. Di depan layar televisi besar, sambil melihat adegan, para penabuh gamelan memainkan gamelan.

”Memang tidak gampang, dibutuhkan maestro-maestro perawit (penabuh gamelan) juga,” ujarnya. Saat pentas, dua layar televisi di kiri-kanan panggung juga dihadirkan untuk membantu mereka. Untuk urusan koreograf, Garin mempercayakan kepada Danang Pamungkas dan Agung Kusumo, koreografer lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia, Surakarta. Mereka juga terlibat dalam Opera Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *