Peranti Murah Atasi Glaukoma

JIKA janggal dari mata Elfan Bagus Prasetya, 19 tahun. Hanya mata kanannya yang tampak sedikit lebih besar dibanding yang kiri. dilihat sekilas, tak ada yang ”Kalau orang tuaku bilang, seperti bintitan saja,” katanya Selasa pekan lalu. Padahal, dua tahun lalu, Elfan hampir buta. Ke mana-mana ia harus dituntun. Dia terpaksa cuti sekolah hampir setahun. Se lain tak bisa melihat, mata Elfan kerap di dera nyeri luar biasa. Kepalanya pusing dan perutnya mual jika nyeri itu datang. El fan mengingat sakit matanya dulu dengan setengah bergidik, ”Mata saya seperti ditu suk-tusuk.”

Dokter memvonis Elfan menderita glau koma—penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan cairan dalam bola mata. Jika tak cepat ditangani, ujungnya kebutaan. Sejak itu, Elfan berikhtiar mem buru kesembuhan. Berbagai jenis obat per nah diteteskan ke indra penglihatannya. Sampai-sampai, suatu kali, Elfan pernah mencandai dokternya, ”Ini mata atau tana man sih harus disiram terus?” Pencarian itu membawa Elfan ke Ru mah Sakit Cipto Mangunkusumo/Kirana, Jakarta, pada Oktober lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *