Sebuah Penemuan yang Menarik

Ketika gedung itu berdiri, Direktur OLVEH Pieter Peereboom Voller menyewakan lantai satu dan dua ke pihak lain. Adapun OLVEH menempati lantai tiga. Tak lama kemudian perusahaan ini mengalami masa-masa jaya. Ini terbukti dengan ditemukannya tiga brankas besi yang diduga dibangun belakangan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan. Pada masa krisis ekonomi global yang dikenal dengan sebutan malaise, OLVEH terkena dampak. Entah bagaimana, gedung ini beralih kepemilikan ke Nederlandsch-Indische Levensverzekerings en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ).

Website : kota-bunga.net

Pada 1961, NILLMIJ berubah nama menjadi Perusahaan Asuransi Jiwasraya, seiring dengan nasionalisasi perusahaan asing yang dicanangkan Presiden Sukarno. Sejak itu gedung ini mulai telantar. Pinangsia sebagai kawasan ekonomi mulai ditinggalkan. Pelakunya berpindah ke selatan. Kemacetan lalu lintas yang berkepanjangan, persoalan keamanan, dan banjir rob yang kerap menghampiri, menjadikan bukan hanya Pinangsia, tapi Kota Tua juga ditinggalkan. Beberapa tahun lalu Jasindo dan Jiwasraya sempat ”bersengketa” atas kepemilikan gedung ini. Masalah tersebut terselesaikan dengan mudah. Sebab, gedung ini masuk daftar inventaris NILLMIJ, yang merupakan cikal-bakal Jiwasraya. Gedung ini kembali dalam kondisinya yang paling cantik setelah JOTRC menyewa dari Jiwasraya selama lima tahun.

Ongkos pemugaran yang dikeluarkan konsorsiun swasta itu mencapai Rp 3 miliar. Saat pemugaran, Boy menemukan merek bata dengan huruf timbul ketika para pekerja mengupas plesteran dinding. Merek Ck&Co, TH&Co,TKP, OTH, dan TSS itu menunjukkan inisial perusahaan bata impor. ”Biasanya kalau bata lokal diberi tanda cap dengan teknik tekan (beveled letter),” kata Candrian. Tapi yang paling mencengangkan adalah ketika Boy menemukan lantai dasar gedung ini. Saat menggali tanah yang menutupi lantai dasar, para pekerja menemukan lantai ubin di kedalaman 30 sentimeter. ”Mulanya saya bingung. Lantai dua saja pakai marmer, masak lantai satu pakai ubin PVC?” kata Boy. Boy meminta pekerja menggali lebih dalam. Di kedalaman 95 sentimeter, mereka menemukan tulisan ”OLVEH van 1879” dari batu alam warna-warni di pintu masuk gedung. Di dalam gedung, marmer sama dengan yang dipasang di lantai dua dan tiga juga ditemukan.

SEBUAH Bangunan di Kota Tua Jakarta

BILA Anda berjalan kaki atau berkendaraan dari Jalan Lada menuju Jalan Pintu Besar di kawasan Kota Tua Jakarta, bangunan tiga lantai di pinggir Jalan Jembatan Batu itu pasti membuat Anda menoleh. Catnya putih bersih dengan dua menara kembar simetris. Dari kejauhan sekalipun, profil Art Deco pada façade-nya terekspos sempurna. Kondisi ini kontras dengan keadaan gedung itu setahun lalu. Dindingnya kusam, berlumut, dengan sulursulur tanaman merambat di beberapa sisi. Kaca-kaca jendela pecah. Di lantai dasar yang beralas tanah, gedung itu difungsikan sebagai gudang penyimpanan gerobak-gerobak kaki lima. Sesekali pemulung di Kota Tua menggunakan lantai dua gedung itu sebagai tempat beristirahat.

Cahaya remang-remang hasil curian dari tiang listrik terdekat menerangi sebagian gedung itu bila malam tiba. Arsitek Boy Bhirawa, yang ditugasi memugar gedung itu oleh Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC), sempat putus asa ketika melihat kondisi aslinya. Barulah ketika menelusuri sejarah gedung itu lewat Pusat Dokumentasi Arsitektur, semangatnya membara. Secara tak terduga, Boy menemukan gedung telantar itu ternyata dirancang dan dibangun oleh firma Schoemaker bersaudara pada 1921. Semula Boy menduga hanya mendapat ”proyek sisa” dari pemugaran 18 gedung yang dilakukan JOTRC. ”Ternyata saya malah mendapat harta karun,” katanya bersemangat.

Firma arsitek Schoemaker didirikan Charles Prosper Schoemaker bersama adiknya, Richard Leonard Arnold Schoemaker, pada 1918. Charles Prosper, yang belakangan dikenal sebagai Wolff Schoemaker, merupakan salah satu arsitek Belanda terbaik yang membangun Indonesia pada awal abad ke-20. Arsitek-arsitek pada masa itu menjulukinya Frank Lloyd Wright Indonesia. Berbeda dengan Maclaine Pont dan Herman Karsten yang mendukung penerapan gaya arsitektur vernakular, Wolff Schoemaker dikenal karena menjembatani arsitektur modern dengan arsitektur lokal. Karya Wolff bertebaran di Bandung. Dari Jaarbeurs de Bandung (kini Kologdam), Concordia Societit (kini Gedung Merdeka), Hotel Grand Preanger, sampai Villa Isola (kini gedung rektorat Universitas Pendidikan Indonesia). Buku Tropical Modernity karya C.J. van Dullemen yang dirilis pada 2010 sejauh ini merupakan satu-satunya buku yang mengulas karya-karya Schoemaker secara menyeluruh.

Upgrade Desain dan Kamera

Huawei resmi merilis smartphone Huawei Ascend P7, sebagai penerus Ascend P6. Selain dibekali teknologi layar yang lebih baik, smartphone terbaru ini juga diberikan desain dan ftur kamera yang ditingkatkan. Ukuran layar Huawei Ascend P7 ditingkatkan dari semula 4.7 inch menjadi 5.0 inch, dengan resolusi Full HD 1080p. Bodinya terbilang sangat tipis (6.5 mm), meski masih sedikit lebih tebal dari tipe sebelumnya.

Baca juga : harga iphone

Teknologi layar anti gores Gorilla Glass 3 dite rapkan di layar depan hingga cover belakangnya yang terbuat dari logam. Ascend P7 dibekali sistem operasi Android 4.4 KitKat dengan antarmuka Huawei Emotion v2.3. Kinerjanya disokong prosesor Hisilicon Kirin 910T quadcore 1.8 GHz buatan sendiri, plus memori RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Kinerjanya didukung baterai Li-Po 2.500 mAh. Dengan resolusi 13 MP, lensa BSI, F/2.0 aperture, flash LED, plus banyak fitur unggulan, kameranya bisa diandalkan. Di depan, ada kamera tambahan berlensa 8 MP BSI.

Untuk konektivitas internet, dukungannya ditingkatkan hingga ke LTE. Koneksi ke perangkat lokal bisa dilakukan lewat Bluetooth 4.0, WiFi, microUSB 2.0 dan NFC. Huawei Ascend P7 ini siap dipasarkan ke 31 Negara (Eropa dan Asia) tanpa layanan kontrak. Sebagai pelengkap, Huawei juga menyediakan aksesori berupa smart-wearable TalkBand B1, casing pelindung berwarna-warni, screen cover, dan baterai portabel. Ketersediaannya di pasar mulai bulan Mei dengan warna hitam, putih, dan merah muda, seharga sekitar Rp. 7.5 juta.

Kompetisi Aplikasi ‘Smart City Jakarta’

Jakarta (14/5). BlackBerry meluncurkan kompetisi ‘BlackBerry Smart City Apps’ di Indonesia. Berkolaborasi dengan BlackBerry Innovation Center (BBIC) di ITB, kompetisi ini menampilkan kemampuan inovasi membangun aplikasi mobile sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi oleh masyarakat sehari-hari.

Menurut Maspiyono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia, urbanisasi yang cepat dapat menimbulkan tantangan baru termasuk perubahan dalam cara kehidupan. Namun, hal ini membuka peluang baru dalam menjalankan bisnis, kesehatan dan layanan pendidikan. Mereka mengundang pengembang aplikasi Indonesia untuk membuat aplikasi yang dapat membantu membuat kota-kota menjadi lebih cerdas.

Lima kategori aplikasi yang dilombakan adalah Smart City Jakarta, Smart Health, Smart Education, Smart Payments, dan Smart Enterprise. Peserta harus mendaftarkan dan mengunduh proposal aplikasi di Dropbox atau Google Drive, dan dikirimkan paling lambat 18 Juni 2014 dan akan dinilai juri dari ahli-ahli eksternal dan eksekutif BlackBerry. Hadiah total kompetisi Smart City Apps ini sebesar Rp 270 juta.

Peranti Murah Atasi Glaukoma Bagian 4

Ini memberatkan pasien yang berasal dari keluarga tak mampu. ”Apalagi operasi pemasangan implan tak masuk skema Badan Penyelenggara Jaminan So sial (BPJS) Kesehatan,” ujar Virna dengan nada gundah. Kegelisahan itu mendorong Virna mem buat implan pengentas glaukoma yang le bih murah. Desain peranti buatan Virna hampir sama dengan alat buatan Ahmed. Hanya, bentuknya lebih ramping karena disesuaikan dengan ukuran mata orang In donesia.

”Kalau operasi pakai implan Ah med, saya selalu memotong bagian tepinya karena terlalu besar untuk mata orang In donesia,” kata Virna. Inovasi Virna yang lebih mendasar ada pada bahan pembuatnya. Sementara im plan Ahmed terbuat dari silikon, implan Virna diciptakan dari akrilik. Dengan begi tu, biaya produksi satu implan tak sampai Rp 1 juta alias sepersepuluh dari harga im plan impor.

Peranti Murah Atasi Glaukoma Bagian 3

Selain terbukti aman, akrilik jauh lebih murah di bandingkan dengan bahan pembuat peranti medis lain, seperti silikon. Sebagai dokter mata, Virna kerap menangani pasien glaukoma. Beberapa pasien, seperti Elfan, harus menjalani opera si jika terapi biasa dengan obat-obatan tak lagi memadai. Salah satu metode opera sinya disebut aqueous shunt implant, yak ni memasang sebuah implan berupa alat kecil menyerupai slang pada mata untuk memperlancar pembuangan cairan.

Teknik ini dipakai sejak 40 tahun silam dan terbukti cukup efektif. Masalahnya, selama ini dokter mata di Indonesia hanya punya sedikit pilihan peranti implan. Salah satu yang sering dipakai adalah Ahmed Glaucoma Valve, implan berbahan silikon yang diproduksi di Ame rika Serikat. Biaya pemasangan alat ini cukup mahal. Harga implan Ahmed dibanderol sekitar Rp 7,5 juta.

Peranti Murah Atasi Glaukoma Bagian 2

Dia jadi pasien dokter spesialis mata Virna Dwi Oktariana, yang menawarkan operasi pemasangan implan untuk mengeluarkan cairan yang menekan bola matanya. Elfan setuju. Lewat operasi beberapa jam saja, im plan terpasang di mata kanan Elfan, yang glaukomanya lebih parah. Kini, satu ta hun lebih, penglihatan Elfan pulih kem bali. ”Dari yang tadinya enggak bisa apa apa jadi seperti sekarang ini,” katanya. ”Se nang sekali.” Implan Elfan bukan sembarang implan. Peranti itu adalah bagian dari riset doktoral Virna di Fakultas Kedokteran Universi tas Indonesia.

Bekerja sama dengan Willi am Morgan, profesor ahli glaukoma di Uni versity of Western Australia, Virna mem buat implan dari polymethyl methacrylate, satu dari sekian polimer sintetis yang biasa disebut akrilik. Berkat implan ini, Virna lu lus menjadi doktor, awal Desember lalu. Akrilik sudah umum digunakan dalam bidang medis untuk membuat berbagai pe ranti yang kemudian dipasang pada tubuh manusia. Lensa tanam pada mata, misal nya, juga dibuat dari bahan ini.

Peranti Murah Atasi Glaukoma

JIKA janggal dari mata Elfan Bagus Prasetya, 19 tahun. Hanya mata kanannya yang tampak sedikit lebih besar dibanding yang kiri. dilihat sekilas, tak ada yang ”Kalau orang tuaku bilang, seperti bintitan saja,” katanya Selasa pekan lalu. Padahal, dua tahun lalu, Elfan hampir buta. Ke mana-mana ia harus dituntun. Dia terpaksa cuti sekolah hampir setahun. Se lain tak bisa melihat, mata Elfan kerap di dera nyeri luar biasa. Kepalanya pusing dan perutnya mual jika nyeri itu datang. El fan mengingat sakit matanya dulu dengan setengah bergidik, ”Mata saya seperti ditu suk-tusuk.”

Dokter memvonis Elfan menderita glau koma—penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan cairan dalam bola mata. Jika tak cepat ditangani, ujungnya kebutaan. Sejak itu, Elfan berikhtiar mem buru kesembuhan. Berbagai jenis obat per nah diteteskan ke indra penglihatannya. Sampai-sampai, suatu kali, Elfan pernah mencandai dokternya, ”Ini mata atau tana man sih harus disiram terus?” Pencarian itu membawa Elfan ke Ru mah Sakit Cipto Mangunkusumo/Kirana, Jakarta, pada Oktober lalu.

Menggendong Bayi Dan Plasenta Bagian 2

Seperti darah pada plasenta me ngalir ke tubuh bayi dengan maksimal, bayi menjadi lebih tenang, berkurangnya risiko infeksi pada bayi karena tidak ada luka akibat pemotongan tali pusat. Bayi yang tenang juga berdampak positif pada ibu karena dapat beristirahat de ngan maksimal. Selain itu, menurut Putri, lotus birth dapat mengurangi risiko bayi lebih dini tertular penyakit.

Sebab cara bersalin ini membuat orang-orang yang menjenguk enggan untuk menggendong bayi. Bagaimana saat momen persalinan berlangsung? “Wah degdegan. Walau sudah mem bekali diri dengan ba nyak informasi, namanya ibu ternyata tetap saja khawatir, seperti; bagaimana nanti kalau timbul bau tidak sedap, bagaimana kalau ariarinya membusuk. Untungnya bidan Yuli menenangkan saya de ngan memberikan penjelas an atas pertanyaan dan kekhawa tiran saya de ngan lugas dan sederhana.”

Menggendong Bayi Dan Plasenta

sat-jakarta.com – Singkat cerita, konselor ASI yang aktif di AIMI ini melahirkan si kecil dengan cara lotus. Menurutnya, setelah dilahirkan, tali pusat si bayi tidak diapa-apakan, diklem pun tidak. Yang dilakukan bidan hanya membersihkan buah hatinya dan ari-ari/plasenta dari sisasisa darah yang me nempel. Kemudian plasenta itu ditaruh di baskom. Untuk menyerap cairan yang keluar dari ari-ari, baskom sengaja dialasi kain yang memiliki daya serap tinggi. Lalu plasenta ditaburi garam kristal (garam laut alami), kunyit, kayu manis bubuk.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Semua itu untuk mempercepat proses pe ngeringan plasenta dan agar terhindar dari mikroba. Untuk menghilangkan aroma nya, ari-ari pun ditaburi bunga dan rempah-rempah, juga mi nyak aromaterapi. “PR yang paling besar” Putri ialah pada saat akan menggendong Kiandra, yang sekarang sudah berusia 2 tahun, karena ia juga harus menggendong ari-arinya. Di sinilah kreativitas Putri diuji. “Supaya tidak repot saya mejadikan kain bedong seba gai tas untuk plasenta. De ngan begitu saya lebih mudah menggendong Kiandra dan ari-arinya bersamaan,” jelas Putri.

Memandikan pun menjadi tantangan tersendiri. Ibu-ibu lain mungkin hanya memandikan bayinya saja, sedangkan Putri harus memandikan ariari bayinya juga. Itu pun harus dengan cara benar supaya terjaga kebersihannya. Tapi dari semua pengalam an merawat “bayi lotus birth”, yang paling membuatnya deg-degan justru di hari-hari menjelang puput tali pusat. Di hari pertama, Putri merasakan plasenta begitu berat, seberat seorang bayi. Masuk hari ke dua, setelah agak mengeras dan mengering, plasenta pun semakin ringan, juga tampil annya tidak begitu mengerikan.

Masuk hari ketiga, taliplasenta sudah ke ring menyerupai kabel yang kaku. Sehingga pada waktu ia akan menggendong Kiandra, Putri harus ekstrahati-hati karena adanya kekhawatiran terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada plasenta Kiandra. Masuk hari ketujuh, Putri mengakui dirinya menjadi ibu yang pa ling plong saat itu. Sebab, tali pusat telah putus akibat tendangan Kiandra ketika mandi pagi. Semuanya berjalan normal seperti yang diharapkan. Putri mengakui, “bayi lotus birth” memang merepotkan, namun kerepotan itu terbayar dengan aneka manfaat dari lotus birth itu sendiri.

Bir Pletok untuk 3 gelas ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Bir Pletok untuk 3 gelas ala Catering Pernikahan Jakarta

Bahan selai: 1.500 ml air 150 gr jahe, bakar, memarkan 50 gr gula merah, sisir 2 btg serai, memarkan 5 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya 4 cm kayumanis 5 btr cengkih 10 gr kayu secang 3 lbr daun pandan 150 gr gula pasir 1/8sdt garam 1/4 bh pala

Cara Membuat: 1. Rebus jahe, gula merah, serai, daun jeruk, kayumanis, cengkeh, kayusecang, dan daun pandan di atas api kecil sampai mendidih dan harum. Saring. 2. tambahkan gula pasir, garam dan bh pala. aduk rata. Masak sampai larut dan harum. angkat. 3. Sajikan hangat.

Sayur Asem Betawi Untuk 10 Porsi by rebornmind.org

Bahan: 50 gr kacang tanah, rebus 150 gr daging tetelan 2 lbr daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 50 gr melinjo 150 gr nangka muda, potong-potong 1 bh jagung manis, potong-potong 50 gr pepaya muda, potong-potong 100 gr labusiam, potong-potong 20 gr daun melinjo 6 1/2 sdt garam 5 lonjor kacang panjang, potong-potong 6 1/2 sdt gula pasir 1 sdm asam jawa dan 4 sdm air, larutkan 2.500 ml air

Bumbu Halus: 2 bh kemiri, sangrai 1 1/2 sdt terasi, bakar 6 btr bawang merah 4 siung bawang putih 3 bh cabai merah keriting

Cara Membuat: 1. Rebus santan, bumbu halus, asam kandis, dan ikan peda sampai mendidih sambil diaduk agar santan tidak pecah. 2. bubuhi garam. aduk rata. Masukan daun singkong dan kacang ijo. Masak sampai matang.

Asinan Jakarta Untuk 5 Porsi by revogayahidup.com

Bahan: 200 gr tahu putih, potong kotak 1 cm, kukus 5 bh kerupuk mi, goreng 50 gr kerupuk merah, goreng 50 gr kacang tanah, goreng 100 gr selada, potong-potong 150 gr sawiasin, iris tipis 50 gr lokio 150 gr mentimun, potong-potong 100 gr kol, iris tipis 100 gr taoge 75 gr mi kuning, seduh, tiriskan

Bahan Saus: 500 ml air 75 gr gula merah, sisir halus 1 sdt garam 2 sdt cuka

Bumbu Halus: 150 gr kacang tanah goreng 2 bh cabai merah 1 bh cabai rawit 25 gr ebi, sangrai

Cara Membuat: 1. Saus, rebus gula merah dan air. didihkan. Saring. 2. tambahkan bumbu halus. Rebus sampai mendidih. dinginkan. 3. tata sayuran dan tahu di dalam mangkuk. Siram dengan saus. 4. Sajikan bersama taburan kerupuk, mi kuning, dan kacang goreng.