Didukung Banyak Pihak

Ide yang sudah ada di kepala Nasha dan semangat yang di dadanya untuk memberikan kebahagian dari buku dongeng, lantas di-share kepada temannya. “Saya share dengan teman yang saat itu juga ada dan ikut menjadi volunteer. Ternyata teman saya itu, Dece, setuju dan menyukai ide tersebut.” Nah, saat inilah, lanjut Nasha, mereka berdua sepakat berkerja sama melakukan aksi sosial tersebut.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Singkat cerita, akhirnya komunitas sosial yang diberi nama “Berbagi Dongeng Yuk” resmi berdiri pada 15 Januari 2015. Dengan tujuan ingin berbagi kebahagian jangka panjang lewat dongeng dan mendirikan perpustakaan kecil di rumah sakit, khususnya di tempat perawatan anak. “Alhamdulillah, meski masih seumur jagung, ‘Berbagi Dongeng Yuk’ memperoleh respons dari banyak pihak, khususnya teman teman. Sekarang ada tujuh teman yang bergabung. Mereka pun tak segan-segan mendonasikan buku-buku dongeng, uang, dan membeli merchandise ‘Berbagi Dongeng Yuk’.”

Tak hanya itu, banyak pihak yang mendukung “Berbagi Dongeng Yuk” dengan meng-upload komsos ini di media sosial. Karena semakin hari semakin banyak yang mengetahui mengenai berbagai dongeng, Radio RRI pun mewawancarai Nasha dan akan meliput kegiatan “Berbagi Dongeng Yuk” hingga ke rumah sakit. “Mereka sangat tertarik dari aksi ‘Berbagi Dongeng Yuk’, karena bagi mereka, kegiatan seperti ini baru pertama mereka dengar.”

Keluarga, khususnya orangtua dan suami Nasha tak ketinggalan. Mereka support kegiatan sosial ‘Berbagai Dongeng Yuk’ dengan caranya masing-masing. Ada yang menyumbang uang, ada yang membeli merchandise untuk dibagi-bagikan kepada teman-temannya, hingga memberikan ide lokasi tempat kegiatan ‘Berbagi Dongeng Yuk’.

“Suami, karena dia EO, saat acara 4X4 Build Off yang diselenggarakannya, spesial memberikan booth dan promo kepada komunitas ‘Berbagi Dongeng Yuk’.” Jika “Berbagi Dongeng Yuk” mendapat dukungan seperti sekarang ini dari berbagai pihak dan kalangan, Nasha yakin, kegiatan dan jerih payah semua pihak yang care terhadap anak-anak Indonesia akan berguna, karena dongeng sangat berpengaruh terhadap anak-anak. “Mana ada sih anak-anak yang tidak menyenangi dongeng? Dongeng adalah human nature dari anak-anak, terutama kalau penyampaiannya menarik dan lucu, serta dikemas apik,” ujar Nasha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *