Tempat Wajib Kunjung di Munich

Di saat berbagai negara di dunia berlomba-lomba mendirikan bangunan modern, Jerman masih banyak mempertahankan bangunan bersejarahnya, salah satunya di kota Munich. Berikut ini 7 tempat wisata istimewa yang membuat Munich layak Anda jadikan destinasi liburan. Setelah Berlin dan Jerman: München) Hamburg, Munich (dalam bahasa adalah kota ketiga dengan populasi terbesar di Jerman.

Baca juga : Harga genset Yanmar

Munich adalah ibukota negara bagian Bayern atau Bavaria yang terletak di sebelah selatan Jerman. Bandara Franz Joseph Strauss berjarak hanya 28,5 km dari pusat kota Munich, sehingga menjadikan kota ini sebagai salah satu destinasi wisata Eropa yang populer dan mudah dijangkau. Banyak orang mengenal Jerman sebagai negara yang penduduknya kurang ramah.

Munich, sebagai salah satu kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan, akan memudarkan pemikiran ini. Penduduk Munich terbiasa melihat turis-turis yang berdatangan ke kotanya dan mereka siap membantu jika ditanya walaupun Anda tidak bisa berbahasa Jerman. Penduduk Jerman sebagian besar bisa berbahasa Inggris dengan baik. Munich menawarkan berbagai tempat wisata sejarah dan arsitektur yang layak dikunjungi. Beragam bangunan bersejarah yang terkena dampak Perang Dunia hingga kini masih dilestarikan dengan baik, sehingga menjadi destinasi wisata yang patut dikunjungi, termasuk 7 tempat wisata pilihan berikut ini.

Neues Rathaus

Neues Rathaus, yang berarti “balaikota baru”, terletak di jantung kota Munich di Marienplatz dan menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi oleh turis. Neues Rathaus sendiri adalah kantor walikota dan administrasi Munich. Selain keindahan arsitekturnya, bangunan ini juga memiliki sebuah Glockenspiel, yaitu diorama yang dilengkapi alat musik.

Setiap harinya pada pukul 11 dan 12 siang (pada Maret–Oktober juga pukul 5 sore), lonceng pada Glockenspiel otomatis berbunyi dan tersaji 2 cerita dari abad ke-16 selama 15 menit. Glockenspiel yang dijalankan dengan tenaga surya ini terdiri dari 43 lonceng dan 32 patung dalam 2 tingkatan. Tingkat atas menceritakan pernikahan pendiri Hofbräuhaus (restoran lokal khas Bayern) dan tingkat bawah menampilkan tarian tradisional bernama Schäffl ertanz.

Tetap Rapi Walau Koleksi di Sana-sini Bagian 2

Hal lain yang menarik adalah si pemilik rumah tidak hanya meletakkan benda koleksinya di storage, ia banyak menata benda-benda aksesori ini di lantai. “Yang saya lihat, jiwa seni pemilik rumah ini sangat tinggi. Jadinya dia senang menata aksesori ini di segala penjuru rumahnya hingga menaruhnya di lantai,” ucap Christina.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Memang unik, namun Cristina mengingatkan bahwa konsep ini tidak bisa dipakai semua orang. “Jika Anda memiliki anak kecil di rumah, jangan diaplikasi. Bisa jadi semua aksesori ini akan rusak,” ucapnya menegaskan.

Jatuh Cinta dengan Hangatnya Kayu

Tak hanya tentang storage. Secara keseluruhan, rumah ini tampak cantik dan menarik. Sang desainer sangat pintar bermain-main dengan bentukan furnitur modern. Walau desainnya sangat modern, tetapi rumah ini tetap terasa hangat dan nyaman untuk ditinggali. Trik yang digunakan adalah dengan memakai banyak material kayu di seantero rumahnya.

“Saya sengaja memasukkan banyak elemen kayu karena si klien memang suka dan jatuh hati dengan material kayu,” ucap Christina. Tetapi, yang menarik dari desain Christina ini adalah dia bisa mengolah kayu tetap tampil cantik, ringan, dan tidak terlihat berat. Kayu yang dia gunakan juga sangat variatif dan menggunakan finishing yang berbeda. Hal ini membuat tampilan kayu tidak monoton di setiap ruangnya.

Selain furnitur, lantai parketnya pun dipilih dengan warna yang berbeda di setiap ruangnya. Perbedaan ini membuat desain jadi tak membosankan. “Finishing kayu ini memang disesuaikan dengan ruangnya. Untuk di ruang tidur menggunakan cokelat standar agar hangatnya lebih terasa. Sementara ruang baca buku di-finishing agak kemerahan agar lebih semarak, dan ruang makan menggunakan kayu kombinasi antara meja dan kursi agar tampilan lebih berwarna,” ucap Christina.

Rumah Masih Bisa “Bernafas”

Yang tak kalah menarik dari desain rumah ini adalah tidak semua sudut ruang diisi furnitur. Hal ini membuat rumah terlihat luas dan lega. Misalnya, untuk ruang keluarga. Desain ruangnya tidak menggunakan sofa dan meja, layaknya ruang keluarga pada umumnya. Ruang ini hanya terdiri dari karpet yang luas.

“Konsep ini masih ada keterkaitan dengan hobi pemilik rumah yang suka menaruh pajangan atau aksesori di lantai. Dengan kondisi minim furnitur, peletakan aksesori ini jadi bisa terlihat dari kejauhan dan orang tidak akan menendang aksesori ini karena posisinya terlihat,” ucap Christina.

Selain itu, ada banyak sisi positif dengan menaruh furnitur secukupnya di rumah. Hal ini membuat sirkulasi udara dan pencahayaan bisa masuk maksimal ke dalam rumah. Rumah pun masih bisa bernafas. Pandangan pun jadi tidak terhalang. Kondisi ini tentunya makin membuat si penghuni betah dan nyaman tinggal di dalam rumahnya.

Tetap Rapi Walau Koleksi di Sana-sini

Walau banyak koleksi dan pernak-pernik bertebaran, rumah ini tak terlihat sumpek dan berantakan. Berbagai koleksi ini malah menambah keindahan interior rumah. Kunjungan ke rumah sahabatnya di Bintaro, Jakarta Selatan, adalah awal perkenalan Bedjo S (42), pemilik rumah, dengan karya Christina Suwardi.

Baca juga : Jual Genset Makassar

Sesaat setelah berputar-putar mengelilingi rumah sahabatnya, ia merasa jatuh hati dengan karya sang desainer. Tanpa perlu banyak pertimbangan, Bedjo segera meminta kontak sang desainer kepada sahabatnya. Apalagi, ia sedang membangun rumah dan dalam waktu dekat rumah itu akan selesai terbangun.

Tak sampai menunggu waktu lama, dua hari setelah berkunjung dari rumah sahabatnya, ia sudah bisa bertemu dengan sang desainer interior. Bedjo pun makin jatuh hati setelah melihat karya-karya Christina lainnya. “Saya suka melihat desain yang Christina ciptakan. Tampilan ruang terlihat sangat modern, hangat, dan mewah,” ucapnya. Tanpa ragu dan berpikir panjang, ia langsung menunjuk Christina untuk mendesainkan interior rumahnya.

Mengakomodasi Semua Kebutuhan

Walau perjalanannya terlihat mulus, bukan berarti tak ada kendala. Christina mengaku ia harus benar-benar fokus saat mendesain rumah ini. Alasannya, karena pemilik rumah sangat menyukai pernakpernik aksesori interior, pajangan, dan memiliki segudang koleksi yang ingin ia tempatkan di setiap sudut rumahnya. “Klien ini suka banget dengan pernak-pernik interior rumah.

Mereka juga memiliki koleksi buku yang sangat banyak. Di sisi lain, mereka menginginkan desain yang modern, artistik, dan rapi walau banyak barang,” ucap Christina. Tak ayal, demi mendapatkan desain yang sempurna, hasil yang maksimal, dan semua bisa terakomodasi, diskusi dalam pembuatan desain saja memakan waktu sampai 2 bulan lebih hingga gambar tersebut jadi.

“Proses diskusi desain berjalan sekitar 2 bulan lebih. Itu baru desainnya saja. Kemudian, pengerjaan furnitur itu sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 bulan, baru setelah itu ke pemasangan selama seminggu. Jadi, totalnya sekitar 6 bulanan,” ucap Christina, yang terlihat bahagia karena pemilik rumah merasa sangat puas dengan hasil karyanya ini.

Rapi Berkat Penyimpanan

Terencana Ada beberapa hal yang membuat pemilik rumah ini merasa sangat puas. Yang paling utama adalah desain interior yang dibuat dapat mengakomodasi hobinya. “Saya menyiasatinya dengan membuat storage (tempat penyimpanan,red.) di seluruh sudut rumah. Penyimpanan terencana inilah yang membuat rumah terlihat rapi,” ucap Christina.

Bisa Anda lihat, hampir semua sudut di rumah ini terdapat storage. Untuk menghilangkan kesan monoton, bentuk dan material storage dibuat berbeda. Ini terlihat dari bentuk storage di ruang keluarga, ruang tidur, ruang kamar mandi, yang didesain berbeda.

Info Material Bata Bertulang M-System

Bata bertulang M-System merupakan cara baru untuk membentuk dinding. M-system terdiri dari dari beberapa komponen, yaitu acian, super foam, mortar yang disemprot, dan wire mesh dengan konektor. Polyfoam yang digunakan di bagian tengah merupakan bahan yang tidak beracun, tidak berbahaya, dan tidak mudah terbakar.

Produk ini dipercaya lebih kuat dibandingkan dengan material bangunan lain—seperti beton ringan atau bata merah—karena wiremesh yang mengikat satu dengan lainnya. Produk ini dapat diaplikasikan sebagai dinding, lantai, tangga, dan atap. Selain menghasilkan bangunan yang aman gempa, bata bertulang M-System ini juga diklaim memiliki kemampuan mengisolasi suhu dan meredam suara, tahan api, dan tahan benturan.

Tetap Banyak Peminatnya

Pemiliknya biasanya memilih keramik KW 1 untuk kesempurnaan bangunannya. Lalu, siapa peminat KW 2? Ternyata yang KW 2 memiliki pasar tersendiri, yaitu sebagian kontraktor bangunan. Kondisi KW 2 dianggap masih memadai untuk digunakan di area servis dan gudang. Keramik jenis ini juga biasanya digunakan di dak, gudang, dan lantai pabrik.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Pertimbangan lainnya, suatu saat toh pemilik rumah akan menggantinya dengan keramik model lain atau material yang berbeda, misalnya parket dan homogeneous tile. Lain lagi cerita Ery. Ia menyatakan bahwa banyak pemilik kontrakan yang sengaja mencari keramik KW 2 dan KW 3.

Hadirnya perkantoran dan pertokoan baru di sekitar Kebon Jeruk merangsang tumbuhnya rumah-rumah kontrakan di sekitarnya. ”Mereka tidak mempermasalahkan kondisi keramik KW 2 dan KW 3, yang penting lantainya tertutup keramik,” ungkap Ery. Dalam catatannya, baru-baru ini ada yang memesan KW 2 dan KW 3 untuk 70 kamar kontrakannya.

Cacat pun Bisa Aksi

Keramik KW 3 yang dianggap “parah” secara kualitas namun tetap bisa tampil aksi. Kondisi natnya yang tidak presisi bisa disiasati dengan nat yang sengaja dibuat lebih lebar, misalnya 3mm – 5mm. Cara lainnya adalah dengan memasangnya memakai sistem tata bata sehingga natnya tidak sejajar.

Tipe Sama tapi Beda Tampilan

Ketika membuat rumah, kadang pemilik rumah sulit mencari keramik tambahan yang sejenis. Kalaupun ada, bisa terdapat perbedaan sehingga ia mengira ini jenis KW 2. Walau modelnya sama bisa saja tampilannya berbeda, misalnya warna lebih muda atau lebih tua. “Berbeda periode pembuatannya biasa kami sebut “beda masakan”,” jelas Ery. Jika Anda perlu tambahan keramik yang sejenis, Ery menyarankan untuk menyebutkan kode serinya, atau bawa saja kardus bekasnya.

Tanda pada Kemasan

Terdapat perbedaan kemasan sesuai kondisi keramik. Pada KW 1 di kardus kemasannya tertulis KW 1 atau “A”. Yang KW 2 terdapat tambahan stempel “KW 2”. Sedangkan pada keramik KW 3, kardusnya polos karena sengaja dibalik sehingga tampil polos tanpa merek.

Pasang Nok Tanpa Semen

Salah satu tempat yang paling berisiko terkena bocor adalah area nok atau karpus. Semen yang digunakan untuk membuat karpusan adalah bahan yang mudah getas ketika terkena panas, sehingga akhirnya retak. Retak inilah yang menyebabkan rembes dan bocor pada karpus.

Baca juga : Jual Genset Bali

Untuk meminimalisasi kebocoran pada nok, kanmuri mengeluarkan nok tanpa semen (cement free). Selain mengurangi risiko kebocoran, nok tanpa semen ini membuat pemasangan jadi lebih mudah dan cepat, yang ujung-ujungnya akan menghemat biaya. Tak digunakannya semen juga membuat tampilan atap bersih tanpa noda semen, rapi, dan indah.

Untuk menggunakan nok tanpa semen, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut. a. Sudut kemiringan 25 = X = 60 derajat. b. Jarak antara puncak dan reng teratas harus sedekat mungkin, maksimal 30 mm. c. Pasang menara nok di atas kuda-kuda atap. d. Sebagai dudukan nok, pasang Ridge Beam di atas menara nok. e. Sekrup nok pada lubang nok lalu tambahkan sealant di atasnya.

Kenali Jenis dan Fungsinya

Peranti masak satu ini mungkin tak asing bagi Anda. Namun, sudahkah Anda mengenali fungsi setiap jenisnya? Di industri housewares peranti ini dikenal dengan sebutan pan. Orang awam mungkin lebih mudah mengenalinya dengan sebutan wajan. Selain untuk menggoreng, peranti masak ini juga digunakan untuk “stir-fry” atau dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti “menumis atau mengoseng”. Saat ini ada begitu banyak pilihan wajan beredar di pasar, baik dari jenis, bentuk, ataupun bahan pembuatnya. Industri housewares tentu tidak asal mengeluarkan barang. Kebutuhan masyarakatlah yang menjadi tolak ukur diciptakannya suatu produk dari waktu ke waktu. Masing-masing bahan pembuat wajan punya kelebihan dan kekurangan. Beda jenis wajan, berbeda juga peruntukannya. Nah, untuk tahu semua itu, mari simak ulasan berikut ini.

Tips : Pilih Sesuai Jenis Kompor

Pilih wajan yang datar dan memiliki komponen induction heating untuk kompor listrik. Dan gunakan yang cekung untuk kompor gas atau kompor tradisional lainnya.

Hindari Kolam di Sisi Barat

Mungkin Anda tidak pernah berpikir, kehadiran kolam di halaman rumah bisa menimbulkan masalah. Masalah akan muncul jika kolam yang berdampingan dengan dinding kaca rumah, diletakkan di sebelah barat. Dengan posisi seperti ini, pada siang hari, saat sinar matahari langsung mengenai permukaan air kolam, maka cahayanya akan dipantulkan dan masuk ke dalam ruangan melalui dinding kaca.

Akibatnya, terjadi peningkatan suhu di dalam rumah. Panas yang tinggi, selain karena pantulan radiasi dari kolam, juga disebabkan paparan sinar matahari langsung ke arah ruangan. Solusi yang bisa dilakukan adalah memasang sun screen di depan kaca. Sun screen berupa bilah-bilah kayu atau logam yang disusun berbaris secara horizontal, akan memblok/ menahan pantulan cahaya matahari yang datang dari permukaan air kolam maupun sinar matahari langsung. Hal ini menyebabkan radiasi sinar matahari tidak masuk ke dalam ruangan. Dengan demikian, ruangan menjadi lebih sejuk.

Elemen Air Tempatkan dengan Tepat

Menghadirkan elemen air dan tanaman di sekitar rumah dapat mengurangi suhu dan menyejukkan rumah. Namun, jika penempatannya salah, yang terjadi justru sebaliknya, udara di dalam rumah menjadi lebih lembap dan panas. Air dan tanaman merupakan dua unsur alam yang paling sering diaplikasikan dalam desain karena mampu menambah kualitas visual dan menghadirkan atmosfer yang menyejukkan.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Menurut Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis, suara air yang terus-menerus dan stabil, memang secara psikologis bisa membuat suasana tenang dan nyaman. Hanya saja, karena Indonesia memiliki iklim tropis lembap, menyebabkan tingkat kelembapan tinggi, kehadiran unsur air di dalam ruangan maupun kolam di luar rumah, justru akan menambah penguapan. “Penguapan ini membuat kadar kelembapan akan semakin meningkat, dan mengakibatkan tubuh mudah terasa gerah dan lengket,” ucap arsitek lulusan universitas di Jerman ini.

Namun, jika Anda ingin tetap menghadirkan unsur air di sekitar rumah, maka Anda perlu melakukan 3 langkah berikut sebelum membangunnya. Pertama, periksa suhu dan tingkat kelembapan di rumah. Kedua, bandingkan suhu dan tingkat kelembapan dengan grafk di samping. Ketiga, jika hasilnya masih berada di area comfort, maka Anda dapat menambahkan kolam di rumah Anda, dan sebaliknya.

Siasat lainnya, Anda bisa mengganti kehadiran unsur air dengan tanaman. Kehadiran unsur tanaman akan menghirup karbondioksida (CO2) di dalam rumah dan menggantinya dengan oksigen (O2) yang dihasilkannya. Ruangan pun akan terasa lebih sejuk dan segar. Kehadiran dua unsur ini tentu akan memberikan efek sejuk yang berbeda, tergantung bagaimana Anda menempatkannya.

Hadirkan Taman di Rumah

Berbeda dengan unsur air, kehadiran unsur tanaman—baik di luar maupun di dalam bangunan—dapat menciptakan hawa segar di dalam rumah. Menurut Kepala Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang bernama Dr. Ir. Arie Herlambang, M.Si., peletakan tanaman hijau di luar rumah, selain dapat penyerap radiasi sinar matahari, juga memberikan suasana segar.

Oleh karenanya menyediakan ruang untuk tanaman jauh lebih baik daripada menutup semuanya dengan lantai keramik. Unsur tanaman hijau juga bisa dihadirkan di dalam rumah. Tidak perlu harus menyediakan ruangan yang besar, tetapi cukup dengan meletakkan beberapa tanaman hijau yang ditanam dalam pot. Selain menambah estetika rumah, juga dapat menurunkan suhu ruangan.