Belum 3 Tahun Perlukah Sekolah Bag2

Ditambah, keuntungan berada di sekolah bagi batita adalah ia berkesempatan melakukan interaksi dengan orang lain selain pengasuh utamanya. Interaksi tersebut dapat dilakukan dengan teman sebaya maupun orang dewasa lainnya seperti guru-gurunya. Kesempatan berinteraksi ini menyokong batita untuk mengembangkan keterampilan sosialnya.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Banyak bermain di sekolah Namun, jika batita mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan dalam proses bersekolah, maka kegiatan ini justru akan memberikan dampak yang kurang menguntungkan. Apa saja yang termasuk dalam pengalaman tidak menyenangkan? Nina menyebutkan, di antaranya, waktu tempuh dari rumah ke sekolah yang jauh, sehingga batita sudah merasa lelah dalam perjalanan dan menjadi kurang berminat saat sampai di sekolah.

Hal ini kerap terjadi ketika Mama Papa memilih sekolah yang—menurut Mama Papa—paling baik bagi si kecil, padahal jarak tempuhnya di luar kemampuan fisik batita. Pengalaman tidak menyenangkan juga dapat terjadi apabila sekolah yang dalam proses belajarnya tidak memerhatikan kebutuhan bermain anak. Dengan demikian, sekolah yang baik bagi batita haruslah menyediakan kesempatan bagi batita untuk melakukan aktivitas bermain dengan seluas-luasnya.

Mama Papa juga turut berperan dalam memberikan pengalaman bersekolah yang menyenangkan bagi batita. Apabila Mama Papa cenderung terlalu mendorong bahkan memaksa batita sekolah saat ia tidak menginginkan, atau terlalu berorientasi pada pencapaian anak di sekolah, di situlah orang tua memberikan kontribusi pengalaman tak menyenangkan kepada anak. Singkatnya, efek kurangmenguntungkan dari berada di bangku sekolah bagi batita banyak terkait dengan bagaimana proses bersekolah tersebut dilakukan.

Berorientasi ke anak Karena itu, memilih sekolah yang tepat untuk batita adalah pekerjaan utama orangtua ketika memutuskan untuk menyekolahkan anak di usia yang sangat dini. Sebelum memasukkan batita ke sekolah, orangtua perlu mempertanyakan kembali motivasi utamanya menyekolahkan batita.

Nina menegaskan, “Pastikan bahwa motivasi itu benarbenar berorientasi pada kesejahteraaan batita, bukan sekadar membuat orangtua merasa nyaman. Istilah awamnya, orangtua perlu untuk ‘meluruskan niat’ terlebih dahulu.” Alasan yang tepat untuk menyekolahkan batita adalah apabila situasi di rumah kurang kondusif bagi keamanan dan tumbuh kembang batita. Misalnya, karena kedua orangtua bekerja dan pengasuh yang ada kurang mampu memberikan stimulasi yang tepat bagi tumbuh kembang anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *