Aduh, Gatalnya

Sebagian mamil berisiko mengalami gangguan gatal-gatal saat memasuki trimester ketiga. Bolehkah digaruk? Sebagian besar kasus gatal-gatal saat hamil termasuk dalam kategori gatal ringan dan merupakan imbas dari bergejolaknya hormon kehamilan. Ini kisah Nadia (35), mama dua anak.

Baca juga : Kerja di Jerman

Saat mengandung si bungsu pada 2012, masuk usia kehamilan 7 bulan tiba-tiba muncul rasa gatal di perutnya. Setelah beberapa minggu, rasa gatal melebar sampai ke kaki dan semakin mengganggu. Mama dari Reyvan (6) dan Uma (3) ini sempat heran karena masalah tersebut tidak muncul di kehamilan pertamanya. Dokter menjelaskan, kondisi yang dialami Nadia ini merupakan efek dari gejolak hormon kehamilan.

Waktu itu, Nadia hanya disarankan menggunakan sabun bayi dan mengoleskan losion pada tubuhnya setiap habis mandi. Tujuannya untuk mencegah kulit kering, karena kulit yang kering mudah gatal. Nadia juga sesekali minum jamu pahitan brotowali untuk membantu mengurangi gatal-gatal. Nah, apakah Mama juga mengalami gatal-gatal di kulit? Umumnya, sih, masalah gatal-gatal ini terjadi pada saat usia kandungan memasuki trimester ketiga.

Soalnya, di trimester akhir, perut mamil sedang besar-besarnya, sehingga kulit perut meregang maksimal dan ini menimbulkan rasa gatal. Gatal-gatal ini ada yang kasusnya ringan dan berat. Sebagian besar sih ringan sebagai imbas dari bergejolaknya hormon kehamilan. Pada sebagian besar kasus pula, gatal-gatal akan hilang dengansendirinya setelah Mama melahirkan si kecil. Selain itu, pada beberapa kasus, gangguan gatal di kulit dapat dicegah.

Namun, ada juga kondisi yang memang tak bisa diduga sebelumnya sehingga tak ada langkah pencegahan yang dapat dilakukan. EMPAT PENYEBAB Secara garis besar, gatal-gatal saat hamil dapat disebabkan oleh empat hal di bawah ini. ‘ KULIT KERING Saat hamil, kondisi hormon di tubuh Mama mengalami perubahan. Salah satu imbasnya adalah kadar minyak dan elastisitas kulit berkurang sehingga kulit menjadi kering. Masalah gatal karena kulit kering sebenarnya bisa muncul kapan saja, dari trimester awal ataupun di trimester akhir. Selain karena perubahan hormon, kulit kering semasa hamil juga bisa dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi mamil serta kondisi lingkungan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *